[sz-ytvideo url=”https://www.youtube.com/watch?v=cgISMXfjBZ4″ theme=”light” cover=”youtube” start=”1″ end=”1″ responsive=”y” autoplay=”n” loop=”n” fullscreen=”y” disablekeyboard=”n” disableiframe=”y” disablerelated=”n” delayed=”n” schemaorg=”y” /]
Lampung Tengah, lampungvisual.com-Yuni Warga Kampung Nambah dadi, Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Mengeluhkan limbah penampungan lapak karet milik Sudar, yang diduga mencemari sumur tetangga dan aliran drainase Kampung sempat. Rabu (15/02/17).
Limbah penampungan lapak karet, Selain diduga mencemari sumur warga. limbah juga mengalir ke drainase, menimbulkan aroma tidak sedap, sangat mengganggu aktivitas warga sekitar dan para penguna jalan yang melintasi daerah tersebut. Yuni salah satu tetangga Sudar Pemilik Lapak karet, Mengatakan sudah lima bulan ini air sumurnya tidak dapat dikonsumsi, karena beraroma busuk, kotor, dan airnya keruh, Saat ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mencuci dan memasak Yuni terpaksa meminta dengan tetangga yang sumurnya belum tercemari. Yuni pernah berkomunikasi dengan pemilik lapak, dirinya meminta dibuatkan saluran pipa aliran air bersih kalau tidak dia meminta sumurnya di kuras, tetapi hingga saat ini pemilik lapak seolah-olah tidak mau tahu. kata Yuni.
Senada dikatakan Warga sekitar, Edy Purnomo dan Jarno sopir Angkot, yang setiap harinya melintasi kawasan tersebut, aroma tidak sedap berbau busuk selain mengganggu Aktivitas kerja juga membuat pernapasan menjadi sesak. Edy Purnomo dan Jarno, Berharap kepada Pemerintah Daerah, melalui dinas terkait dan Dewan Perwakilan Daerah, bisa memberikan solusi dan sanksi kepada pemilik lapak yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar.
Sementara Sudar, Pemilik Lapak Penampungan Karet, saat ingin di konfirmasi tidak ada ditempat. menurut Agus Julianto salah satu pekerja di lapak tersebut. Sejauh ini masyarakat belum melaporkan masalah pencemaran. Ungkapnya. (Iswan Rudi )