Jeda dan Secangkir Asa, Buku Andi Desfiandi untuk Kemajuan Negeri

Kesan Menag Fachrul Razi usai baca buku 'Jeda dan Asa Secangkir Kopi, Catatan dan Harapan Andi Desfiandi', terbitan Yayasan Alfian Husin, berisi kumpulan tulisan, pendapat dan opini penulisnya, Ketua Yayasan Alfian Husin juga Ketua DPP PBL Bidang Ekonomi Dr Andi Desfiandi. | Yayasan Alfian Husin
PROFIL & SOSOK
(Kesan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis usai baca buku ‘Jeda dan Asa Secangkir Kopi, Catatan dan Harapan Andi Desfiandi’, terbitan Yayasan Alfian Husin, berisi kumpulan tulisan, pendapat dan opini Ketua Yayasan Alfian Husin juga Ketua DPP PBL Bidang Ekonomi Dr Andi Desfiandi. | Yayasan Alfian Husin)

Nah, ini. Demen nih yang beginian. Makin afdol aja nih, status relawan bin dermawan ditambatkan, pada mantan rektor dua periode, 2006-2015, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) –kini IIB Darmajaya ini.

Dari poster digital yang diedarkan, diketahui jika seluruh keuntungannya nanti akan dia sumbangkan untuk panti asuhan, tenaga medis, dan masyarakat dalam solidaritas melawan COVID-19.

Soal irisan solidaritas kemanusiaan, Andi terkenal salah satu ‘biang’nya. Sejarah menempanya, terbentuk jadi pribadi sosiopreneur sejati.

Andi pasang banderol Rp75 ribu, dari mula Rp99 ribu, harga per eksemplar.

Sudah mulai penasaran, mau kepoin isinya? Simak padukan saja penuturan komentar dua tokoh terdapuk berikut.

Menteri Agama (Menag) Kabinet Indonesia Maju Jenderal TNI Purn Fachrul Razi, meski tak mengaku butuh “jeda” waktu khusus melalap habis “secangkir asa” isi buku, dia namun.

“Setelah membaca satu persatu artikel yang ditulis oleh Saudara Andi Desfiandi ini, saya baru dapat menghela napas lega karena isinya sesungguhnya catatan dan harapan penulis yang mengidamkan berdiri tegaknya nilai moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fachrul menjawab penasaran.

Entah kebetulan atau tidak, ungkapan sejawat Andi di ormas Pejuang Bravo Lima (PBL) ini –Fachrul, ketua umum DPP PBL dan Andi, ketua DPP bidang ekonomi, mengelindan calon pembaca melihat sudut dalam transedental saat menikmati sajian isi bukunya.

“Saya menyadari bahwa dalam konteks Indonesia khususnya, nyaris tidak ada aspek kehidupan warga negara yang tidak bisa dikaitkan dengan agama,” tandas Fachrul.

Mengapa demikian? “Karena secara sosial kultural masyarakat kita sangat agamis, sehingga semua ucapan, sikap, dan tindakan seseorang niscaya dipengaruhi oleh nilai-nilai moral keagamaan,” sambung dia.

Dari itu, Fachrul menarik simpul. “Begitulah saya memahami dan menempatkan konteks fikiran-fikiran penulis dalam buku ini,” lugas dia.

Wah, ulas lugas pak menteri buat tambah penasaran aja, nih ya? Beda pak menteri, beda pak bupati.

“Lewat tulisan dan konsep-konsep terkait kebijakan ekonomi nasional, pendidikan, politik, sosial tersebut, Andi Desfiandi menuangkannya dalam buku Jeda dan Secangkir Asa, harapannya dengan tulisan-tulisan yang ada pada buku ini menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi pembacanya,” tutur Dendi Ramadhona Kaligis ST MTrIP, Bupati Pesawaran.

Selain menginspirasi, bupati milenial bakal petahana pilkada kabupaten Bumi Andan Jejama ini berharap semoga ke depan opini publik Andi terus makin jadi referensi.

“Semoga ke depan pemikiran dan tulisan-tulisan beliau menjadi referensi tersendiri sehingga menuai manfaat positif bagi kita semua,” tuntas Dendi.

Nah, mumpung masih pre-order, buku ini bisa Anda pesan langsung. Cukup dengan mengontak dua narahubung, Lili Diana di nomor 083160112694, dan Fia di 082282942704.

Jangan sampai kehabisan lho. Jangan lupa sedia secangkir nikmat kopi, demi tuntas membacanya. Sebab jika tanpa jeda, tuntas baca Jeda dan Secangkir Asa ini akan sama nikmat dengan tuntas teguk akhir secangkir kopi. [red/Muzzamil]

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *