Sinergi untuk Negeri, Dirgahayu TNI!

Poster digital HUT ke-75 TNI 5 Oktober 2020. | Mabes TNI
PROFIL & SOSOK

Bandar Lampung-
Supremasi sipil amanat konstitusi. Politik tentara adalah politik negara.

Aktivis 1998 asal Lampung, Muzzamil memilih dua kalimat lugas itu, dalam unggahan media sosialnya menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh hari ini, Senin (5/10/2020).

“Demiliterisasi, tegak lurus wujudkan profesionalisme TNI di tengah pusaran geopolitik-geostrategi dunia apalagi pasca pandemi nanti, butuh percepatan kerja keras menuntaskan reformasi dan transformasi militer kita kedepan,” demikian catatan tertulis Ketua Badan Pekerja Centre for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) ini, dari Bandar Lampung.

(TNI juga terukir dalam sejarah perang nonkonvensional melawan pandemi Covid-19. Bersinergi dengan Polri, gencar turut berkampanye Ayo Pakai Masker! | KPC-PEN RI)

Demonstran senjakala rezim Orde Baru itu tebal impresi, agar dalam seluruh manajerialisasi komando, TNI untuk terus senantiasa mengharus utamakan kebutuhan peningkatan kesejahteraan prajurit, penguasaan ragam kecakapan non tempur, dan penegakan reformasi peradilan militer.

“Ini penting direfleksikan, disamping pembaruan kurikulum pendidikan kemiliteran berdimensi aras pesat Revolusi Industri 4.0, dan penangkalan rongrongan ideologi non Pancasila kini dan kedepan. Pun selain modernisasi alutsista kita,” ujar relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ini.

Dari ibu kota, orang nomor satu di Indonesia, Kepala Negara, Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi TNI, secara khusus mengayun harap.

“Dirgahayu TNI. Teruslah menjadi tentara profesional dan menjadi kebanggaan rakyat,” asa Presiden, melalui akun Facebook, Senin pagi, pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat.

Seluruh dunia, kata Jokowi, termasuk kita di Indonesia, kini berkubang dalam perang melawan Covid-19, musuh tak kasat mata yang memorak-porandakan hampir semua tatanan kehidupan.

“Di tengah suasana itu, kita patut memberi apresiasi yang tinggi kepada Tentara Nasional Indonesia atas berbagai perannya, dari membantu mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, ikut menegakkan aturan di daerah-daerah yang menerapkan PSBB, sampai menjalankan operasi kemanusiaan dalam upaya menghentikan penyebaran virus Covid-19,” jabarnya.

Senada cuitan di Twitter. “Di tengah pandemi ini, para prajurit TNI tetap menjadi tentara profesional dan kebanggaan rakyat. TNI membantu mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, ikut menegakkan aturan PSBB di daerah yang menerapkan, juga menjalankan operasi kemanusiaan. Dirgahayu TNI,” kicaunya nun lebih singkat, pukul 08.44.

Pantauan Senin siang, presiden kelima Indonesia berlatar sipil setelah Doktor Insinyur Sukarno, Profesor Doktor BJ Habibie, Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Doktor Honoris Causa Megawati Soekarnoputri ini kembali di Facebook.

“Peringatan ke-75 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun ini digelar secara sederhana. Saya memimpin upacara dari Istana Negara bersama perangkat upacara terbatas, tetapi diikuti secara virtual oleh para prajurit TNI dari berbagai lokasi di Indonesia,” kata presiden, pukul 13.02.

Berbagi informasi, “Saya juga sempat menyapa para prajurit TNI yang tengah bertugas di rumah sakit khusus Covid-19 Pulau Galang, di perbatasan Skouw, Papua, di pulau terluar di Pulau Sekatung, Satuan Radar TNI AU Saumlaki, di KRI Jhon Lie, serta yang bertugas dalam Satuan Tugas UN (United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB) Kongo,” ujarnya.

Pengingat, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang, ialah RSK penyintas Covid-19 berkapasitas total seribu tempat tidur, buatan dan fasilitasi kolaborasi TNI, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan, dibangun 8 Maret 2020 dan resmi dioperasikan 6 April 2020, memakan total biaya APBN Rp400 miliar, di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Perbatasan Skouw Papua merujuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, zona perbatasan Indonesia-Papua Nugini, dibangun 13 Agustus 2019 kelar 31 Agustus 2020 pagu dana APBN Rp129,1 miliar, terdapat pasar rakyat 152 kios dan Monumen Lintas Batas Negara (TASBARA) di areanya, kini dimudahkan aksesnya dari Kota Jayapura usai terbangun Jembatan Youtefa atau viral Jembatan Holtekamp yang mempersingkat jarak dan waktu tempuh ke perbatasan.

Baca Juga:  Dari Jokowi Hingga Reisa, Ary Meizari Hingga Dendi Ramadhona, Disiplin 3M Lawan Pandemi, Bersama Kita Bisa!

Pulau Sekatung, nama ketiga disebut Presiden, adalah nama pulau seluas 1,65 kilometer persegi, salah satu dari 12 pulau kecil terluar wilayah hukum dan administratif NKRI di belahan utara yang butuh penanganan khusus.

Berada di bagian utara Kepulauan Natuna, sebelah utara Pulau Laut dan dipisahkan Selat Setakong selebar sekitar 40 meter, termasuk gugusan Pulau Natuna selain Pulau Sedanau, Bunguran dan Midai. Masuk wilayah Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepri, tepatnya berada di Laut Cina Selatan, berbatasan dengan tiga negara: Malaysia, Thailand, dan (lebih dekat ke Kota Ho Chi Minh) Vietnam.

Satuan Radar TNI AU Saumlaki, atau Satrad 245 Saumlaki, adalah nama kesatuan Satuan Radar yang berada dibawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) IV/Biak Papua milik TNI Angkatan Udara, terletak di Pulau Yamdena Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, berdiri sejak November 2011.

Satrad 245 Saumlaki memiliki radius jangkauan radar over lapping, lengkapi satuan radar zona pertahanan udara Indonesia bagian tenggara eksisting sebelumnya, yaitu Satrad 241 Buraen, Kupang Nusa Tenggara Timur, Satrad 243 Timika, Mimika Papua, dan Satrad 244 Merauke Papua, kabupaten paling luas paling timur Indonesia.

Dari Pulau Galang, PLBN Skouw, Satrad 245 Saumlaki, dan Pulau Sekatung, kini ke KRI Jhon Lie, nama keempat yang Jokowi sebut.

Yakni Kapal Perang RI (KRI) John Lie 358, jenis frigate pabrikan Inggris, memiliki kemampuan peperangan permukaan, udara, bawah air dan peperangan eletronika, dibuat 2011 resmi beroperasi 13 Desember 2014 di era Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Purn Marsetio, diambil dari nama pahlawan nasional Laksamana Muda TNI Purn Jahja Daniel Dharma (John Lie), seorang perwira tinggi TNI AL etnis Tionghoa kelahiran Manado 9 Maret 1911 yang berjasa pengabdian terlibat perang mempertahankan kemerdekaan.

Terakhir presiden sebut, Satuan Tugas UN Kongo, misi pasukan perdamaian Indonesia di PBB/United Nations, tergabung Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-Q/MONUSCO atau United Nations Organization Stabilization Mission in Democratic Republic Congo, Afrika.

“Atas nama rakyat Indonesia saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI, prajurit yang sedang bertugas di manapun, juga kepada para purnawirawan yang telah mewariskan institusi dan prajurit TNI yang selalu berbakti untuk kemajuan negeri dalam dunia yang selalu berubah,” sambung Jokowi, apresiatif.

Kata presiden, kontribusi TNI bagi negara tidak hanya melalui operasi militer untuk perang, tetapi juga melalui operasi militer selain perang.

“Di antaranya, membantu masyarakat yang menghadapi bencana alam, hingga yang berlangsung sekarang ini, TNI membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19,” kata dia.

Menyapa jagat Twitterland, Jokowi senada singkat. “Peringatan ke-75 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun ini digelar secara sederhana. Saya memimpin upacara dari Istana Negara bersama perangkat upacara terbatas, diikuti secara virtual oleh para prajurit TNI dari berbagai lokasi di Indonesia. Terima kasih. Dirgahayu TNI!” cuitnya.

Sejawat presiden, Ketua DPR Puan Maharani melalui unggahan media sosial DPR juga mengetengahkan munajat. “Dirgahayu TNI Ke-75. 5 Oktober 1945 – 5 Oktober 2020. Semoga TNI semakin mencintai dan dicintai rakyat dengan memberikan pengabdian terbaiknya. Bersama Rakyat TNI Kuat,” Puan pukul 9 pagi.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, di Ruang Hening Gedung Soedirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2020) lalu.

Masing-masing tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Pakci Utama dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, kepada Kasal Laksamana TNI Yudo Margono atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemajuan-pembangunan TNI AD dan TNI AU.

Baca Juga:  Hidup Nelayan! Delapan Kabupaten/Kota di Lampung Bakal Dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan

Dan, Bintang Kartika Eka Pakci Utama dan Bintang Jalasena Utama, kepada Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemajuan dan pembangunan TNI AD dan TNI AL.

“Penganugerahan tanda kehormatan ini Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 99/TK/2020, Nomor 100/TK/2020 dan Nomor 101/TK/2020,” kata Panglima TNI, melalui siaran pers dari Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Aidil, dikutip dari laman Puspen TNI, diakses Minggu (4/10/2020).

Hadir pada penganugerahan, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, Wakasad Letjen TNI M Fachrudin, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, Aspers Kasad Mayjen TNI Mulyo Aji, Aspers Kasal Laksda TNI I Nyoman Mandra, Aspers Kasau Marsda TNI A. Gustaf Brugman, dan Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Kukuh Surya Sigit Santoso.

Panglima TNI seperti perayaan tahun lalu, kembali dikejutkan surprise kado istimewa HUT ke-75 TNI dari Kapolri Jenderal Idham Azis. Demikian pula Pangdam, Danrem, Dandim, Danramil hingga Babinsa, serta unsur pimpinan kesatuan TNI di berbagai wilayah Indonesia. Bukti sinergi TNI dan Polri.

Bicara sinergi, Sinergi Untuk Negeri menjadi tema raya HUT TNI tahun ini. Jutaan makna nan hakiki terkandung didalamnya.

Kembali ke Lampung, upacara bendera dan tasyakuran sederhana HUT TNI ini dipimpin Danrem 043/Garuda Hitam Brigadir Jenderal TNI Toto Jumariono, di Aula Ahmad Yani Makorem, Jl Teuku Umar 85, Penengahan Bandar Lampung, Senin pagi.

Membersamai tuan rumah, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Purwadi Arianto, Kabinda Lampung Brigjen TNI Wahyu Hadi P, Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Nuryadi, Komandan Pangkalan TNI-AU/Danlanud Pangeran M Bun Yamin Menggala Letnan Kolonel Penerbang Pungkie Ronal.

Forkopimda berwakil, Kajati Lampung diwakili Asintel Kajati Edy Winarko, Kepala Pengadilan Tinggi Lampung diwakili Hakim Tinggi Sondang, dan Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS) Piabung, diwakili oleh Wadanyonif Mar 9 Mayor Marinir Piski Ade Putra.

Mendampingi Brigjen Toto, danrem pertama Lampung berpangkat jenderal bintang satu usai Korem 043/Gatam naik kelas menjadi tipe A sejak validasi organisasi sesuai Perpres 66/2019 tentang Susunan Organisasi TNI serta Peraturan Kasad 26/2019, menyusul Polda Lampung sebelumnya sejak 29 Oktober 2016 ini, Kasrem 043/Gatam Kolonel Infanteri Beny Sulistiono, dan Dandim 0410/KBL Kolonel Infanteri Romas Herlandes, serta Danyonif 143/TWEJ Mayor Infanteri Triano Iqbal.

Secara virtual, juga diikuti para Dandim jajaran Korem 043/Gatam, Kasi/Pasi, Ka Satdisjan, prajurit dan PNS Korem 043/Gatam, PJU Polda Lampung, para pimpinan dan prajurit TNI AL dan TNI AU di Lampung.

“Selama 75 tahun pengabdiannya, TNI telah berikan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa, negara. Tumbuh besar dan berkembangnya TNI hingga mencapai usia yang ke-75 tahun ini tentu tidak terlepas dari peran serta dan kontribusi seluruh masyarakat Lampung yang telah ikut memiliki dan membesarkan TNI hingga mencapai kondisi sekarang ini,” pidato Danrem.

Danrem mengajak seluruh pihak terus bersinergi. TNI, ucapnya, memberikan yang terbaik kepada masyarakat, agar semakin maju aman sejahtera.

“Dukungan, kerja sama dan sinergitas yang selama ini telah terjalin, marilah terus kita tingkatkan. Apa yang terbaik untuk masyarakat Lampung, itulah yang terbaik untuk TNI,” imbuh Danrem, menggarisbawahi hal itu selaras tema perayaan kali ini, Sinergi Untuk Negeri.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan pada Gubernur Lampung dan unsur forkopimda atas kerja sama dan dukungan yang diberikan kepada TNI sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan berhasil,” ujar danrem sejak 9 April, dan resmi sertijab di Makodam II/Sriwijaya, Palembang, pada 23 April 2020 itu.

Baca Juga:  Kisah Pilu, Perjalanan Cinta Pemuda Gilih Suka Negeri

Mantan Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 753/Arga Vira Tama (Yonif Raider Khusus 753/AVT) di bawah Korem 173/Praja Vira Braja Kodam XVII/Cenderawasih Papua (2002-2003), Dandim 1802/Sorong Papua Barat, Kasrem 131/Santiago di bawah Kodam XIII/Merdeka, subkompartemen strategis wilayah pembinaan potensi kekuatan teritorial Sulawesi Utara (2013-2015), Perwira Bantuan Staf Ahli (Paban Sahli) Bidang Ideologi Kelompok Staf Ahli Bidang Ideologi Politik (Pok Sahli Bid Idpol) Kasad ini berharap energi dukungan dan sinergi kerja sama itu dapat terus dipertahankan.

“Bahkan lebih ditingkatkan di masa-masa yang akan datang,” kata jenderal infanteri bekas atlit tinju lulusan Akmil 1987 itu, yang tak disangka ternyata punya bakat terpendam sukses duet bareng musisi Lampung Muslieh Harni, menciptakan lagu COVID-19 Rua Jurai, pesan moral Forkopimda Lampung, para pejibaku gugus tugas, mengajak rakyat Lampung tak mudik kampung halaman tahun ini, cegah dan putus-rantai penularan COVID-19, April lalu.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, via akun Instagram-nya, @arinal_djunaidi, turut berdirgahayu. “Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI kuat, hebat, profesional, mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri. Jaya di darat, jaya di laut, jaya di udara,” tutur Arinal dalam video 2,33 menit Senin pagi itu.

Melalui jejaring media sosial Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfomtik) Provinsi Lampung, gubernur juga berpesan. “Bersama rakyat, TNI kuat. Teruslah mengabdi kepada bangsa dan negara. Semua rasa aman yang kita rasakan saat ini merupakan hasil dari perjuangan dan pengabdian,” sebutnya.

“Dirgahayu TNI. Semoga bangsa tetap kondusif, aman, damai sejahtera bersama perlindungan dari aparat dan aparatur Indonesia. Tetaplah berjaya di darat, laut, dan udara guna menjaga NKRI, bersama seluruh lapisan masyarakat, bersinergi untuk negeri.”

Sejenak menengok belakang, tak ada salahnya kita simak pidato gubernur ketiga Lampung berlatar politisi ketua partai politik ini –Ketua Partai Golkar Lampung 2019-2024, setelah dua gubernur pendahulunya, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Sjachroedin ZP dan Ketua DPD Partai Demokrat Lampung M Ridho Ficardo, pada HUT ke-74 TNI 2019 di Lapangan Saburai Enggal Bandar Lampung.

TNI, kata Arinal kala itu, tidak bisa dipisahkan dari rakyat. “Karena TNI lahir dari rakyat, jadi tentara rakyat, tidak dapat dipisahkan dari rakyat, oleh karenanya, kekuatan utama TNI adalah dukungan rakyat,” ujar Arinal, yang juga secara ex officio didapuk Ketua Dewan Penasihat Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung 2020-2025, bersama Ketua DPD PBL Lampung Ary Meizari Alfian.

Kompatriot Arinal, anggota Wanhat DPD PBL Lampung lainnya, Mukhlis Basri, anggota Komisi I DPR Bidang Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi Informatika, dan Intelijen dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Lampung I, terpantau mengunggah ulang ucapan dirgahayu TNI dari putrinya, anggota Komisi V DPRD Lampung Lesty Putri Utami, yang juga Ketua Bidang Sosial Politik PBL Lampung, Senin malam.

Berkirim senada melalui pesan singkat dari Jakarta, Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera DPP PBL Brigjen TNI Purn SP Sitorus, berujar khidmat.

“Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia 5 Oktober 1945 – 5 Oktober 2020,” ucap dia pukul 07.44 Waktu Indonesia Barat.

Menutup warta, redaksi ketengahkan lontaran kata Oerip Soemohardjo, pensiunan KNIL berpangkat terakhir mayor, yang menurut Ben Anderson dalam Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance (2005), selain karir militer sangat bagus kala itu, menjadikannya perwira pribumi dengan jabatan tertinggi di KNIL, pria kelahiran Desa Sindurjan, Purworejo, Jawa Tengah, 22 Februari 1893.

Oerip yang ditunjuk Presiden Sukarno, menjabat kepala staf umum tentara rangkap panglima sementara TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 14 Oktober 1945, lalu terpaksa mengalah, kalah voting satu suara saat pemilihan Panglima TKR, dari kompatriot perang gerilya, Jenderal Soedirman itu, pada awal kemerdekaan pernah melontar lima kata yang hingga kini, merasuk ingatan sejarah militer Indonesia. “Aneh suatu negara zonder tentara.”

Dirgahayu TNI! Sinergi Untuk Negeri! [red/rls]

:Views: 675 , Dilihat Hari ini 2 kali

Bila Berkenan Tolong Bagikan