Home / DAERAH / LAMPUNG UTARA / Puisi ” Kasih Guru Di Sudut Ruang” Ciptaan Pebri Kiswanto masuk 50 besar Se-Asean

Puisi ” Kasih Guru Di Sudut Ruang” Ciptaan Pebri Kiswanto masuk 50 besar Se-Asean

Lampung Utara: lampung visual.com-
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) tercatat sebagai penulis terpilih dalam event menulis Puisi se-ASEAN yang diadakan oleh IAIN Purwokerto.

Febri Kiswanto merupakan Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMKO Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester VII.

Karya karangan puisi yang diciptakannya berhasil masuk 50 besar di urutan ke 39 dan akan dibukukan. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2019 ini diikuti oleh penulis-penulis se-ASEAN. Kompetisi tingkat Internasional tersebut mengusung tema “Cinta dan Kasih Sayang”.

Dekan FKIP UMKO Badawi mengatakan Dengan adanya kompetisi ini diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi bangsa untuk selalu berkarya. Tentunya hal yang sudah di dapat oleh salah satu mahasiswa FKIP UMKO menjadi motivasi yang lainnya untuk menciptakan sebuah karya gemilang.

“Selamat untuk Febri Kiswanto atas prestasi yang diraihnya. Semoga ini dapat menular ke teman-temannya yang lain, ” Ungkap Dekan FKIP UMKO, Dr. Badawi, M.Pd. Senin (17/2/2020)

Sementara Pebri Kiswanto mengungkapkan rasa senang dan gembira karena karya puisi yang berjudul ” Kasih Guru di Sudut Ruang”. Masuk 50 besar.

“Alhamdulillah berkat doa dan kerja keras karya puisi saya masuk 50 besar Se- Asean, ” Tuturnya.

Kasih Guru di Sudut Ruang

Pagi menerjang kata;meloncat dalam tulisan ribuan konsonan terpenjara sepi, diam seperti musim

buku-buku terlempar: dalam ruang burung berkicau riang pada setangkai ranting dahan dahan menikung angin dalam lelap cahaya tersudut di selangkangan ruang berbatang beraduan kesana kemari menimbulkan suara:suara detak di balik ilalang
cuaca kembali muram, mengaku sepi menghasil kan kubu ran kubu ran kenangan bernisan di sudut ruang menyelumut jejak jejak yang berangan hingga duri menumpukan dirinya sendiri dinding-dinding menjadi singgahsana tulisan

kau suapi kami dengan kumpulan kata
lembaran kertas disiram dengan kiloan tinta
kau tebar ilmu bak benih wawasan sebagai sangu

tak peduli waktu, kau tinggalkan keluarga demi muridmu yang kehausan huruf dan angka

terik matahari tak menjadi penghalang langkah
kumpulan hujan bak kawan dalam setiap desah keringat perlahan—lahan menyuburkan kulit napas berserak jua terlunta;lunta

kau tegak tak hitung putaran waktu
atap kelas menjadi teman dari hujan dan panas

kumpulan cahaya menembus ruang:
kumpulan cahaya berjamaah datang menembus batas

seuntai bait terpenjara dalam lembaran kertas

jejak langkah bersahutan-menapak menghasilkan nada
ujung ujung detik mendekatan diri
tetes hujan jual beli irama di bilik rumah
awan- awan bergandengan, melangkah menyusuri langit

dedaun melambai meninabobokan cahaya
burung; burung berdiskusi dalam kamar
lampu-lampu terpejam memikirkan terang yang tak kunjung datang
Penulis: (Andrian Folta)

:Views: 1,762 , dilihat Hari ini 8 kali

Bila Berkenan Tolong Bagikan
error: MAAF \"YA\" COPAS NYA OF DULU.....