Home / DAERAH / BANDAR LAMPUNG / Lebaran virtual Andi Asmadi, Andi Desfiandi, Alian Setiadi, Anindya Bakrie di tengah deru New Normal
(Pengusaha nasional asal Lampung, CEO Bakrie Grup, CEO VIVA, Waketum KADIN Anindya Bakrie (ketiga dari kiri saf depan), saat salat Id berjamaah di rumah. "Selamat hari raya Idul Fitri buat yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga tetap sehat dan sejahtera. Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kebaikan. Amin. Anin Bakrie dan Keluarga." @anindyabakrie | Twitter)

Lebaran virtual Andi Asmadi, Andi Desfiandi, Alian Setiadi, Anindya Bakrie di tengah deru New Normal

Bandar Lampung, lampung visual.com-
Kendati telah memasuki hari ke-5 Syawal 1441 H, Kamis (28/5/2020) ini, aroma Lebaran berbalut virtual ala silaturahmi online, #lebarandarirumah, masih menyengat bergaung di belahan penjuru dunia.

Disamping, dibaluti miliaran ekspresi 1,8 miliar jiwa populasi muslim dunia yang untuk pertama kali mewajibkan (minimal) dirinya sendiri dan keluarga berkompromi dengan fakta tak terperi.

Menjalani leliku ibadah bulan Ramadan di tengah gempur pandemi, usai sejak tengah Maret lalu mesti super cepat menyesuaikan diri dengan revolusi mental digital melalui trio senjata legal belajar, bekerja, beribadah dari rumah.

Setelahnya, seperti kita jalani hingga detik ini, kita pun sama-sama punya bekal pengalaman berlebaran tanpa sungkem fisik dan cipika-cipiki, yang jadi situasi rudapaksa tersendiri umat muslim planet bumi.

Malang kadung tak dapat ditolak, untung tertunda diraih. Rerata kita pun meyakini, ada hikmah luar biasa besar di balik pagebluk mikromilimeter ini.

Dari Bumi Ruwa Jurai Lampung, Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Prof Ir H Ofyar Z Tamin MScEng PhD, Sabtu (23/5/2020) pekan lalu atau H-1, termasuk yang memagut pesan bijak terkait “something else” dibalik tema raya Idul Fitri di tengah pandemi.

“Semoga hari kemenangan yang dirayakan di tengah situasi pandemi COVID-19 ini memberikan hikmah tersendiri. Dan membawa berkah serta kemuliaan bagi kita semua. Aamiin,” doa terujar ujung pesan Lebaran Ofyar.

Ujaran Ofyar, terpaut dua hari catatan rekor harian tertinggi jumlah pasien positif COVID-19 di Tanah Air selama pandemi yaitu 973 kasus, 21 Mei 2020.

Life must go on. Ujaran kontemplatif itu, kiranya relevan dengan semangat optimisme atas norma baru. Berbasis tren kurva pandemi, dan besaran rasa sayang saya, Anda, kita, mereka, juga kamu. Terhadap diri, keluarga, serta lingkungan sekitar. Disiplin protokol kesehatan atau tidak.

Yakni ‘kenormalan baru’ berdampingan dengan COVID-19, atau New Normal, yang secara presisi diintroduksi oleh pemerintah sebagai upaya strategi normalisasi keseharian kehidupan rakyat Indonesia secara bertahap, terpadu, dan terukur, menuju proses pemulihan stabilitas sosial-ekonomi nasional berbasis protokol kesehatan dan pengetatan praktik kedisiplinan masyarakat.

Sebagaimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) gamblang menerangkan saat kesempatan jumpa pers di kompleks Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, dan Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020) lusa kemarin.

Simpul Presiden, bauran kebijakan New Normal ditujukan untuk menjaga produktivitas sosial-ekonomi satu sisi, disertai pengamanan ketat tiap orang warga negara di wilayah obyek berlaku dari potensi ancaman baik penularan transmisif maupun persebaran klaster baru pandemi COVID-19, di sisi lain.

“Sebagai kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik, mulai hari ini para anggota TNI dan Polri akan disebar ke titik-titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan,” ujar Presiden lewat unggahan media sosialnya.

“Kesiapan itulah yang pagi ini saya tinjau di salah satu sarana publik di Jakarta, yakni Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia,” lanjut Presiden.

Masyarakat yang memasuki titik-titik keramaian seperti mal, pasar, atau stasiun, imbuh bekas Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu, harus lebih disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan tersebut.

Seperti dipertegas oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat jumpa pers tempat yang sama, pelaksanaan pendisiplinan masyarakat ini tidak hanya digelar di Jakarta, tapi pada 1.800 obyek di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota se-Indonesia.

Beranda Facebook Presiden Jokowi, Selasa lalu, mengabarkan aktivitasnya pula saat ia di Bekasi. “Pagi ke Stasiun MRT di Jakarta, siang ini saya ke salah satu pusat perniagaan di Bekasi, dengan tujuan yang sama: meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana-sarana publik,” ujar Jokowi.

“Saya ingin memastikan kesiapan kita dalam menuju ke sebuah tatanan baru, ke sebuah kenormalan baru,” lugasnya.

“Kita ingin bisa masuk ke kenormalan baru dengan kesadaran dan kedisiplinan yang kuat untuk menekan angka penyebaran COVID-19,” tegas ia.

Dalam satu minggu ini (sejak Selasa) akan dilihat bagaimana dampaknya. “Apabila terdapat perbaikan yang signifikan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, maka upaya seperti ini akan kita perluas ke daerah-daerah lain,” tangkas Jokowi.

Disiplin menjadi password, kata kunci.

Jauh sebelum sosialisasi protokol kenormalan baru, pentingnya disiplin, taat asas, ketat protokol kesehatan, serta pentingnya untuk berdisiplin menjalankannya secara konsisten, kini telah makin manifes mewujud jadi hal tak tertolak. Harga mati, tak tertawar.

Meski, kadang dihantui kuat bayang stigmatisasi negatif dadakan, yang sejenak bisa bikin kita terhenyak, atau sekadar mengernyitkan dahi, disebut “sombong lu!” atau tetiba gebyah-uyah dicap antisosial, misal.

Semangat kolektif merayakan hari kemenangan namun tetap dengan mengedepankan khidmat menjaga jarak sosial dan jarak fisik, social and physical distancing, turut disuarakan oleh wartawan senior, Andi Asmadi.

Pemimpin Redaksi Tribun Lampung itu
menitipkan pesan protokol kesehatan dalam ‘salam tempel jarak jauh’-nya.

“Maaf, Lebaran ini kita tidak saling membuka pintu rumah, tak saling mengunjungi, tak saling berjabat tangan, tak saling mencicipi penganan,” penggalan ucapannya, melalui pesan elektronik, pukul 20.44 WIB, Sabtu lalu.

Selain khatur ucap selamat Idul Fitri, Andi juga mendoakan. “Semoga kita semua selalu sehat dan berbahagia, aamiin,” ujarnya.

Sejawat Andi, sesama empunya nama Andi, Ketua Yayasan Alfian Husin yang juga Ketua DPP Pejuang Bravo Lima Bidang Ekonomi, Dr Andi Desfiandi MA, tak jauh beda.

Selain menghimpun permohonan maaf Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Komda Lampung dan Ketua Lembaga Perekonomian NU Lampung itu incar perlindungan.

“Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari segala macam penyakit dan cobaan serta Allah angkat wabah penyakit dari muka bumi. Aamiin YRA,” harap salah satu ketua DPP Aliansi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Indonesia (Apperti) ini.

Andi Desfiandi yang dikenal analis ekonomi digital dan ekonomi kreatif, juga bagian penggerak komunitas Innovator 4.0 Indonesia Xtended Chapter Lampung itu mendoakan.

Ketua Umum Innovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko sendiri melalui akun ofisial Twitter @inovator4id, tepat 1 Syawal 1441 H, Minggu (24/5/2020) pukul 21.49 WIB , juga mencuit pesan.

“Met Idul Fitri abang dan mpok semuanyeeeee!” cuit admin, disertai poster digital ucapan Budiman.

“Menapak selangkah demi selangkah menuju peradaban yang lebih baik lagi, dengan niat suci yang merekah, untuk bisa terus berbagi. Selamat Idul Fitri,” ucap Budiman, didampingi sekretaris umum Tedi Tricahyono.

Terkait pandemi COVID-19, kolaborasi, kolaborasi, dan kolaborasi, jadi tiga resolusi kebijakan disuarakan dalam kesempatan diskusi gelaran Innovator 4.0 Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, 10 Maret 2020 berselang.

“Jadi apa yang sekarang bisa kita lakukan untuk menghadapi SARS-coV2 ini? Kuncinya adalah kolaborasi: bekerja sama melakukan deteksi, tanggap mengobati, dan terus berhati-hati mencegah penularannya,” cuit akun Twitter Penerbit KPG saat itu, diakses kembali Rabu (27/5/2020).

Akun Kelompok Penerbit Gramedia itu mengutip simpul pemaparan peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta, Herawati Sudoyo Sulopo, salah satu narasumber diskusi. Hari itu kebetulan diskusi bertepatan dengan ultah ke-50 Budiman Sudjatmiko.

Dari komunitas inovasi, kita ke jejaring komunitas advokat, profesi mulia pilar keempat penegakan hukum positif di dunia, setelah penyidik/penyelidik polisi, jaksa penuntut umum, dan hakim pemutus-pengadil perkara.

Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Cabang Bandarlampung, yang juga direktur LBH Lampung Raya, Alian Setiadi, membasuh harap iringi ucapan Idul Fitrinya, di Facebook.

“Semoga badai korona segera berakhir agar kita semua bisa seperti biasa lagi menjalankan tugas profesi dan berorganisasi, amien,” unggah mantan direktur LBH Bandarlampung ini, pukul 09.11 WIB Minggu pagi, pas 1 Syawal.

Sayang pula dilewatkan, pesan senada yang disuarakan jurnalis senior mantan karikaturis Pakde dan Pakho, rubrik legendaris HU Lampung Post, dan kini Ketua Jaringan Media Siber Indonesia) Lampung, Hermansyah Batin Mangku.

“Ijinkan kami menyampaikan maaf sehari jelang hari penghapusan dosa-dosa kita, 1 Syawal 1441 H dalam suasana dirudung kelamnya wabah virus corona,” pinta Pakho, sapaannya yang melekat gegara tokoh karikatur karya coretannya.

“Semoga Alloh SWT menghapus dosa-dosa kita juga menghapus virus Covid-19 dari muka bumi ini. Stay safe and healthy. Aamiin yaa rabbal alamiin,” larung doa Pemimpin Redaksi RMOL Lampung itu, pukul 11.37, Sabtu lalu.

Dua tokoh asal Lampung, kebetulan berkirim ucapan selamat Lebaran pada waktu bersamaan, lewat grup ofisial perpesanan singkat FGD DKI Lampung, pukul 20.52 WIB, Sabtu malam.

Pengusaha nasional, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah, Anindya Bakrie ini mematri ucapan.

“Selamat hari raya Idul Fitri buat yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga tetap sehat dan sejahtera. Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kebaikan. Amin. Anin Bakrie dan Keluarga.”

Kesempatan terpisah, Anin, sapaan founder/CEO Bakrie Grup dan raksasa media VIVA yang mengampu Anteve, tvOne, dan portal berita Viva, sulung Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie ini, terpantau pula berbagi kisah pengalamannya #Lebarandarirumah, di akun Twitter.

“Saat Lebaran kemarin, saya bersama ayah, ibu, adik, istri, ipar, anak, dan ponakan, sholat id #DiRumahAja mematuhi imbauan ulama dan ulil amri (pemerintah). Alhamdulillah bisa sholat dan berlebaran bersama keluarga,” cuitnya Rabu pagi.

“Kami mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berlalu. Agar yang belum bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga karena pandemi ini bisa segera berkumpul bersama keluarga. Amin,” cuitnya lagi.

Sekali lagi, bapak tiga putri, Alisha Anastasia, Azra Fadilla, dan Akila Abunundya Bakrie ini, hangat mematri ucapan Lebaran bagi warganet juga kolega. “Sekali lagi, selamat Lebaran teman-teman. Maaf lahir dan batin,” kata Anin, mencuit pukul 06.28 WIB itu.

Seiring pelaksanaan New Normal dan relaksasi PSBB, warga Lampung yang bakal bisa kembali hilir-mudik Jakarta-Lampung pakai moda transportasi udara, jika melewati pintu gerbang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kanopi indahnya notabene salah satu mahakarya Bakrie Metal Industries, anak usaha Bakrie milik pria bernama lengkap Anindya Novyan Bakrie ini.

Pamungkas, tokoh Lampung lainnya seperti disinggung di atas, tidak lain ialah salah satu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR, Dr Azis Syamsuddin.

Bekas Ketua Komisi III DPR 2014-2019, legislator petahana Senayan pemilik angka cantik 104.042 –jumlah total raihan suara sah Pemilu 2019 lalu– asal dapil Lampung II itu, singkat ucap Sabtu, persis malam takbiran lalu.

“Teriring mohon maaf lahir dan bathin to all member Bapak dan Ibu,” ucap Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu.

Demikian. Sekali lagi pembaca, untuk Anda, kami khatur ucap Selamat Idul Fitri. [red/Muzzamil]

:Views: 1,381 , dilihat Hari ini 6 kali

Bila Berkenan Tolong Bagikan
error: MAAF \"YA\" COPAS NYA OF DULU.....