Minggu , November 18 2018
Home / Lipsus / Opini dan Puisi / Gati Susanto: Perlunya Menggerakkan Mesin Organisasi Kepemudaan

Gati Susanto: Perlunya Menggerakkan Mesin Organisasi Kepemudaan

Perlunya Menggerakkan Mesin Organisasi Kepemudaan

Oleh: Gati Susanto

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Tulang Bawang Barat

Kongres Pemuda merupakan salah satu proses lahirnya bangsa Indonesia, karena para pemuda sepakat dan bersatu padu melahirkan suatu gerakan perubahan menuju kemerdekaan. Butir-butir yang terkandung didalam Sumpah Pemuda, merupakan bentuk tekad para pemuda untuk mempersatukan bangsa Indonesia terutama kaum muda. Ikrar yang termaktub didalamnya yakni sikap nasionalisme mereka untuk bertanah air satu,  berbangsa satu,  dan berbahasa satu yakni Indonesia.

Setelah melalui kongres yang digelar baik kongres kesatu maupun kedua, maka pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi puncak sikap para pemuda indonesia. Perjuangan para pemuda saat itu untuk  memadukan rasa nasionalisme kepada kaum muda patut kita hargai dan kita tiru. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengisi kegiatan yang berguna  bagi bangsa ini. Karena itu, semangat persatuan para pemuda saat itu harus kita jaga dan kita implementasikan dalam kegiatan sehari-hari.

Menurut hemat penulis, untuk mewujudkan ha ini perlunya pemerintah daerah mendorong dan menggerakkan mesin organisasi kepemudaan dengan cara memfasilitasi kegiatan pemuda secara maksimal. Sehingga OKP yang ada bisa berkreasi dan memberikan kontribusi positif bagi percepatan pembangunan daerah. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, menurut hemat penulis yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah:

Pertama, memberikan anggaran rutin pertahun kepada organisasi kepemudaan (OKP), karena organisasi tanpa operasional kegiatan tidak akan berjalan secara maksimal. Dan maju mundurnya suatu organisasi tergantung sejauhmana potensi yang dimiliki. Potensi itu bisa berupa sumber daya manusia (SDM) yang handal, juga ketersediaan fasilitas yang memadai.

Kedua, satker yang membidangi organisasi dan pemberdayaan pemuda harus memiliki perencanaan yang matang, perencanaan itu bisa berupa pelatihan peningkatan SDM pemuda maupun penyediaan  lapangan pekerjaan bagi mereka. Sehingga pemuda yang ada di daerah tersebut merasa dilibatkan dan diberdayakan secara maksimal.

Ketiga, selain kesiapan pemerintah daerah yang harus optimal, organisasi kepemudaan juga harus mampu melaksanakan  Butir-butir yang termaktub  dalam teks sumpah pemuda. Karena hal ini merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh pemuda dalam menerima tongkat estafet pembangunan.

Jika hal ini bisa terwujud, maka penulis optimis bangsa ini akan maju dan kuat.  Karena para pemuda telah mengaplikasikan isi teks sumpah pemuda dengan kegiatan yang positif dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Sehingga bangsa ini menjadi kuat karena memiliki pemuda yang tangguh yang siap menerima tongkat estafet pembangunan.(*)

135 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About lampung visual.com

Check Also

Kendaraan Padat Merayap Warnai Tahun Baru Tubaba

Gagasan brilian Bupati H. Umar Ahmad, SP untuk mewujudkan Tubaba menjadi destinasi wisata kelas nasional, terjawab sudah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran wisatawan dari berbagai daerah saat tahun baru 2018.  Megahnya bangunan Masjid tanpa kubah yang dikenal dengan masjid Baitusshobur 99 cahaya ini mampu menghipnotis destinasi wisatawan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI