Home / ADVERTORIAL / Ciptakan Ruang Diskusi Publik Megalithic Millenium Art Umar Ahmad Berharap Lahirkan ide-ide baru Untuk Tubaba

Ciptakan Ruang Diskusi Publik Megalithic Millenium Art Umar Ahmad Berharap Lahirkan ide-ide baru Untuk Tubaba

Tulang Bawang Barat : lampungvisual.com

Pemerintah daerahKabupaten Tulang bawang Barat (Tubaba) kini menetapkan kota budaya Uluan Nugrik menjadi daerah yang disebut Bunian, Bunian adalah Mahluk yang akan menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, dan kelestarian alam.

“Lahirnya makhluk ini kita sepakati bernama Bunian, yang akan menjaga kelestarian alam, dan tutur-tutur ini akan menjadi skema pembelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah ,” terang Bupati Umar Ahmad, SP pada pembukaan kegiatan Sharing Time: Megalithic Millennium Art di Taman Budaya Kota Ulluan Nughik.

Dilanjutkna Umar ahamad, konsep-konsep Mitologi orang Lampung tidak mengenal konsep Pandawa sementara hanya mengenal konsep Kurawa. Jadi, orang Lampung mengajarkan kebaikan dengan banyak menyebut bagi orang yang melakukan keburukan dengan istilah sosok makhluk yang menggambarkan sifat-sifat buruk manusia seperti sifat rakus, sifat tamak dan lain sebagainya.

“ ketika kita tidak mau disebut seperti itu, maka kita jangan berbuat buruk dan kita harus melakukan kebaikan. Lalu setelah orang Lampung berbuat baik apa sebutannya?, dan ternyata tidak ada. Kenapa hal itu terjadi, karena bagi orang Lampung berbuat baik kepada sesama manusia itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai gak perlu diagung-agungkan,” jelasnya,

karenanya, Sharing Time: Megalithic Millennium Art yang digagas hasil diskusi bersama Alm. Mbah Prapto Suryodarmo yang ketika itu beliau merespon sangat cepat dan menentukan satu titik yang mesti digagas di Tubaba. Dengan kegiatan ini, kita akan memberi tanda relasi hubungan manusia dengan alam dengan tanda yang kita tempatkan di Lassengok yakni tempat bersifat megalitikum dan akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang,” paparnya.

Umar menambahkan, hal ini merupakan sebuah konsep mitologi masyarakat Nughik untuk menjaga kelestarian alam, menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, menjaga bantaran sungai dan lainnya yang intinya adalah bagaimana menjaga relasi hubungan antara manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta.

Sementara, dalam kesempatan itu juga Umar menjelaskan tentang Kota Uluan Nughik, menurut Umar, Uluan berarti “atas” dan Nughik berarti “kehidupan” yakni kota yang menjadi awal kehidupan dan menjadi kota yang berbasis ekologi.

“kepada seluruh warga masyarakat Tubaba mohon dukungannya, do’anya agar kiranya Sharing Time ini bisa benar-benar menghasilkan buah pemikiran yang berguna khususnya bagi Tubaba, dan bagi alam semesta yang kita cintai ini,” pungkasnya.(ADV)

Penulis : (Adri/Yp)

1,484 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Bila Berkenan Tolong Bagikan

About Sub Admin

Check Also

Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Pelaku Curat Spesialis Mobil Pick Up

Tulang Bawang:lampung visual.com- Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengungkap pelaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI