Home / Ragam Pendidikan / Workshop Video Pendek BNPT  “Menjadi Indonesia” di Kampus IIB Darmajaya

Workshop Video Pendek BNPT  “Menjadi Indonesia” di Kampus IIB Darmajaya

Badar Lampung, lampungvisual.com-

Workshop Lomba Video Pendek BNPT dengan tema “Menjadi Indonesia”, bertujuan meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dalam mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme.

Hal itu dikatakan Ketua FKPT Lampung Irwan Marpaung menyampaikan sambutan dari Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, MHI, dalam Workshop Video Pendek BNPT  “Menjadi Indonesia” Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung di Aula Pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kamis (17/5/2018).

Hadir pada kesempatan itu, aktris Nasional Prisia Nasution, peraih Piala Citra sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011. Kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari siswa SMA/SMK, mahasiswa dan komunitas film se Provinsi Lampung. Hadir pula Penulis Skenario Nasional, Swastika Nohara, Tim Eagle Institute Metro TV, Besti Virgiyanti, dan Alumni 

Selain menyosialisasikan Lomba Video Pendek BNPT, Besti Virgiyanti juga memaparkan tentang lomba Eagle Award yang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum tingkat Nasional. Irwan mengungkapkan, Lomba Video Pendek BNPT dilaksanakan sejak tahun 2016. 

Dalam tiga tahun terakhir, sudah ada 1.200 video yang dihasilkan oleh generasi muda khususnya pelajar SMA sederajat se-Indonesia. Video-video itu sudah disebarluaskan melalui media sosial dan disaksikan tak kurang dari 22 juta orang. 

Hal itu sebuah upaya masif untuk membendung sebaran konten negatif bermuatan radikalisme dan terorisme. “Tahun 2017, ada satu karya asal Lampung yakni karya SMA Negeri 1 Liwa yang masuk 10 besar. Semoga di tahun 2018 ada karya pelajar Lampung juga yang menjadi juaranya,” kata dia.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya, Ir. Hi. Firmansyah Y Alfian, MBA., MSc mengatakan piihaknya concern dalam memajukan perfilman di Lampung. Trutama melalui ajang Festival Film Lampung berskala Nasional yang digelar setiap tahun oleh UKM IIB Darmajaya Computers and Film Club (DCFC).

“Mahasiswa yang tergabung dalam UKM DCFC juga aktif menghasilkan karya film yang sering kali memenangkan kompetisi perfilman berskala regional dan nasional,” kata dia.

Firmansyah juga menjelaskan, dengan kultur agama yang kuat di kampus biru ini, dia menjamin tidak ada warga kampus termasuk mahasiswanya yang terlibat atau mengarah ke tindakan terorisme yang marak belakangan ini. 

“Yang pasti, kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama kaum muda Lampung, dan Indonesia umumnya, kalau terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun juga. Terorisme terjadi karena adanya pemahaman yang salah tentang agama dan keindonesiaan, serta kebhinekaan,” kata dia. (*)

1,234 kali dilihat, 156 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI