Sabtu , November 17 2018
Home / Lipsus / Opini dan Puisi / KEDAUNG CAMP 91 TERJAGA SECARA ALAMI

KEDAUNG CAMP 91 TERJAGA SECARA ALAMI

Lampungvisual (LV)Bila jalan-jalan menjadi sebuah hobi dan trend-setter belakangan ini, hal ini pun menjadi sebuah kenikmatan sendiri buat saya sebagai penulis jalan-jalan untuk berburu dan mencari spot-spot bukannya yang sedang “in” namun yang terkesan tetap terjaga secara alami. Salah satunya, Kedaung Camp 91 yang terletak di Jalan M. Ali, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Perkembangan pariwisata yang sedang booming di Bandar Lampung menggugah minat saya untuk menelusuri tiap lekuk jalan yang mengarahkan tujuan ke tempat nan asri dan indah ini. Perjalanan menuju tempat ini memang mengasyikan dengan kanan-kiri pepohonan tinggi berwarna hijau serta gradasi kecoklatan terpias sinar mentari. Selama lebih kurang sejam perjalanan, papan nama bertuliskan “CAMP 91” berdiri kokoh di lajur sebelah kiri jalan utama. Sesampainya di tempat – membayar tiket seharga kurang lebih sepuluh ribu rupiah per-kepala (belum diberlakukannya¬† harga tiket) suasana sejuk dan asri menyambut kehadiran. Hal menarik yang saya dapatkan dari tempat ini adalah indahnya bentukan Gunung Betung dan hamparan Hutan-Hutan Kota yang masih asri terjaga. Disamping itu pula, spot-spot yang sengaja dibuat terkesan tidak terlalu sengaja dieksploitasi sehingga teradaptasi tetap sesuai dengan keadaan yang alami. Satu spot kesukaan saya adalah dimana terdapat sepasang dua kursi dan satu buah meja terbuat dari kayu dengan unsur etnik seratnya langsung menghadap sinar matahari disertai langsung pemandangan indah menghadap hijaunya hamparan pepohonan dan lelekukan Gunung Betung tersebut ditambah suasana sejuk udara menambah tempat satu ini pantas untuk dikunjungi baik itu dengan tujuan wisata keluarga ataupun sendiri. Kedaung Camp 91 pun menyediakan sarana outbound yang cocok buat anak-anak juga membangun beberapa cottage dengan kisaran harga antara sejuta lima ratus ribu rupiah untuk ukuran spesial dengan fasilitas kolam renang dan pemandangan langsung mengarah ke pemandangan Gunung dan Hutan Kota, sedangkan ukuran cottage biasa dikisar sekitar tiga ratus ribu rupiah. Di tempat ini pun disediakan pondokan serta kursi-kursi taman dengan sebuah kantin yang menjual makanan dan minuman seperti, mie rebus serta kopi dengan harga terjangkau senilai sepuluh ribu rupiah hingga lima belas ribu rupiah. Keasrian tempat dengan cipta seni diselaraskan penuh kecintaan oleh pemiliknya terbukti dengan penempatan ornamen-ornamen yang tetap menampilkan ciri karya seni Indonesia. Dan, keramahan alam yang ada tetap dijaga secara baik. (TA).

1,092 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About lampung visual.com

Check Also

Aku Bangga Menjadi Warga Tubaba

Oleh:Gati Susanto Tubaba…. Sembilan tahun sudah usiamu Hari berganti hari, minggupun berlalu Dan bulan berjalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI