Breaking News
Home / Ragam Pendidikan / Ini Kata Rektor IIB Darmajaya Soal Gen-DJ di Ories Maba Kampus Biru

Ini Kata Rektor IIB Darmajaya Soal Gen-DJ di Ories Maba Kampus Biru

Bandar Lampung, lampungvisual.com-

Disadari atau tidak, saat ini, manusia sedang berada dalam fase ketiga yang dikenal dengan fase extrating, di mana fase itu ditentukan sejak tahun 2010-2025. Fase ini memiliki peran penting dalam proses penggabungan teknologi dan manusia.
“Era ini mempresentasikan pendewasaan situs web. Di mana mesin pencari menjadi lebih pintar, penetrasi smartphon menjadi semakin luas, koneksivitas lebih cepat dan unggul di banyak wilayah dunia,” kata Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, pada pembukaan orientasi Mahasiswa Baru kampus biru tersebut, di Lapangan Basket, Rabu (12/9/2018).
Firmansyah juga menjelaskan, dengan fase itu masa depan sedang menghampiri kita dengan kebutuhan, kegiatan yang telah berevolusi ke dalam berbagai jenis aktivitas dengan platform, teknologi informatika tidak lagi dikatakan akan datang. “Namun, sudah terjadi di depan kita. Dengan demikian yang harus kita lakukan adalah beradaptasi dengan perubahan itu. Dengan pandangan itu, Gen-DJ sebagai bagian dari tindakan generasi warga IIB Darmajaya,” kata Rektor.
Dia juga menjelaskan The Genetic of Darmajaya (Gen-DJ) lahir dengan latarbelakang adanya beberapa isu atau yang sudah terjadi. Masalah tersebut terkait dengan mekanisme pembelajaran yang diterapkan pada lingkungan kampus IIB Darmajaya secara umum. Masalah tersebut diantaranya kurang peminat pada hal-hal skill dan teknis untuk mahasiswa,” kata dia.
Sehingga, kata Firmansyah, pihaknya memandang perlu diterapkannya program Gen-DJ yang mengacu pada prinsif kolaborasi, mengedepankan ilmu dan teknologi, pelatihan berkelanjutan, dan menghadirkan suasana kerja industrial. “Serta, memberikan kesempatan bagi Gen-DJ untuk dapat menemukan dan mengembangkan nilai-nilai dan potensi yang ada pada diri kalian masing-masing, dengan program-program yang sudah ditentukan,” kata Firmansyah.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A.; Wakil Rektor I Dr. RZ. Abdul Aziz, M.T.; Wakil Rektor II Ronny Nazar, S.E., M.M; Wakil Rektor III Muprihan Thaib, S.Sos., M.M.; dan Wakil Rektor IV Prof. Zulkarnain Lubis, M.S., Ph.D. Hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Dekan Fakultas Teknik Komputer, serta sejumlah kepala biro, kabag, dosen, dan karyawan IIB Darmajaya.
Sementara, Ketua Yayasan Alfian Husin, Dr. Andi Desfiandi, SE., M.A., mengajak mahasiswa baru Darmajaya untuk aktif dan produktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Mengingat tahun itu tepat satu abad Indonesia Merdeka. Dia juga mengatakan berdasarkan data dari Pricewater House Coopers (PwC) memproyeksikan Indonesia di 2050 akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar nomor empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Hal ini karena Indonesia memiliki bonus demografi, dimana di tahun itu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif yaitu berkisar 15-64 tahun, sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif yaitu berkisar di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun.
“Dari laporan PwC yang dirilis pada September 2017 menerangkan tahun 2030, Indonesia akan menempati peringkat 5 besar negara berkembang estimasi nilai GDP US$5.424 miliar dan naik menjadi di peringkat 4 di tahun 2050 dengan estimasi nilai GDP US$10.502 miliar berdasarkan nilai GDP dengan metode perhitungan Purchasing Power Parity (PPP),” kata Andi, kepada mahasiswa baru Darmajaya.
Ia juga menambahkan, dari hasil riset dunia itulah para generasi muda Indonesia sekarang harus bersikap optimis, karena merekalah yang akan mengemban tanggung jawab ini. “Bagaimana caranya mahasiswa baru IIB Darmajaya yang ada disini bisa ikut berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Generasi Emas?
“Jawabnya tidak sulit untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter dan produktif, cukup dengan from know, start from the end, kita harus tahu untuk apa kita di sini sekarang? Apa tujuan kedepan kita? Bagi mahasiswa yang belum tahu mulailah merenung mau jadi apa kalian nanti?,” kata Andi Desfiandi. (**)

672 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini