Minggu , November 18 2018
Home / Lipsus / Opini dan Puisi / Friend’s trip. Berburu Sunset Di Pantai Sebalang

Friend’s trip. Berburu Sunset Di Pantai Sebalang

Lampung, (LV)-Hal yang menarik dari jalan-jalan adalah berburu matahari terbenam alias sunset beserta siluet-nya. Sebagian menamai hobi ini dengan julukan “sunset catcher” dan yang menarik ketika bias warna yang terpulas di cakrawala terpampang indah di hadapan apalagi waktu dan musim turut mendukung lukisan alam menjadi sangat cantik di pelupuk mata. Anugerah Ilahi yang patut selalu disyukuri.Senin (10/7/2017)

 Kesempatan tak saya sia-siakan dengan tujuan destinasi ke arah paling selatan Provinsi Lampung tepatnya berlokasi di Pantai Sebalang yang memiliki ciri khas sendiri untuk melihat sunset dengan tampilan tekstur beberapa pepohonan tanpa dedaunan menambah keasyikan tersendiri bagi para pecinta fotografi yang memang banyak dikunjungi para anak muda yang menggandrungi dunia tersebut. Pantai Sebalang tepat berada di satu arah yang sama menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan II dengan arah Lintas Sumatera tidak jauh dari tanjakan tarahan berbelok ke sebelah kanan dari arah Tanjung Karang.

Dengan melintasi jalanan berpasir putih yang sepertinya mulai akan di infrastruktur pembangunan jalannya menuju lokasi dengan kanan – kiri jalan ditumbuhi pohon kelapa dan sedikit area kelapa sawit, posisi pantai terhampar luas tepat di sebelah kanan ruas jalan. Jadi tidaklah salah pemilihan destinasi kali ini, tempat ini memang pantas dijadikan penghilang penat atas rutinitas sesaat dengan kontrasnya yang masih sangat alami. Selanjutnya, Saya dan teman-teman sampai di tempat tujuan sekitar pukul setengah lima sore dimana waktu pas berburu sunset berada di antara waktu tersebut hingga melewati pukul enam sore sebelum menjelang malam hari. Sayangnya, cuaca tidak mendukung keindahan alam yang diharapkan tidak terlalu terbias jingga dengan perpaduan keemasan mentari seperti biasanya di musim panas, bisa jadi perubahan iklim sedang terjadi – seharusnya musim panas bukan berlanjut menjadi musim penghujan di musim panas.

Sayangnya lagi, tempat ini masih banyak dipenuhi sampah yang dibuang secara sembarang oleh para pengunjung yang datang. Kekhawatiran saya ketika pantai ini dimungkinkan akan menjadi dikenal melalui media sosial sebagai pendukung pariwisata daerah nantinya dan sangat digandrungi para pengunjung akan ke-eksotikannya masih akankah tetap terjaga secara alami?. Untuk Harga Tiket Masuk seharga sepuluh ribu secara sukarela. Hilang penat dan keserasian alam mampu mengobati suasana apalagi ditambah keindahan matahari terbenam yang mampu menambah elok nuansa.

Penulis : Trudy Ana
Editor : Basri subur

790 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About lampung visual.com

Check Also

Aku Bangga Menjadi Warga Tubaba

Oleh:Gati Susanto Tubaba…. Sembilan tahun sudah usiamu Hari berganti hari, minggupun berlalu Dan bulan berjalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI