Home / Lampung / Lampung Tengah / 41 Siswa Melukai Diri Gunakan Silet, Pecahan Kaca, dan pentul

41 Siswa Melukai Diri Gunakan Silet, Pecahan Kaca, dan pentul

Lampung tengah, lampungvisual.com-

Sebanyak 41 siswa SMPN 1 Gunungsugih, Lampung Tengah, yang terdiri atas 33 wanita dan 8 laki-laki melukai diri sendiri dengan menyayat tangan menggunakan pisau, silet, pecahan kaca, dan jarum pentul.  
Kepala SMPN 1 Gunungsugih Suharno mengatakan 41 siswanya yang melukai diri dengan menyayat tangan karena pengaruh video Youtube.
“Pengaruh medsos Youtube. Bukan karena mengonsumsi minuman merek Terpedo dan Power F seperti yang menimpa 56 siswa di Pekanbaru. Siswa melukai diri dengan menyayat tangan pakai silet, pecahan kaca, dan jarum pentol,” katanya ditemui di sekolahan.
Awal mulanya, kata Suharno, hanya tiga siswa ditemukan dalam satu kelas yang melukai diri, Senin (1/10).”Awalnya cuma tiga siswa yang ditemukan melukai diri. Setelah ditanya, katanya bukan hanya mereka. Banyak teman lainnya melakukan hal serupa. Kita cek di setiap kelas. Total siswa berbuat seperti itu menjadi 37. Pada Selasa (2/10) dicek lebih lanjut total menjadi 41 siswa. Mungkin karena rasa ingin tahu yang tinggi, jadi ikut-ikutan. Kita panggil orang tuanya,”ujarnya.
Ditanya apakah ada kaitannya dengan pengaruh minuman merek Terpedo dan Power F, Suharno menyatakan belum ada indikasi mengarah ke situ. “Belum ada indikasi mengarah ke situ. Hasil pemeriksaan minuman tersebut di BPOM belum keluar. Tapi, ada siswa yang mengaku sakit saat melukai diri dan ada yang tidak setelah mengonsumsi minuman tersebut,” ungkapnya.
Menyikapi masalah ini, kata Suharno, pihak sekolah meminta peran orang tua mengawasi anaknya di rumah dan mengimbau siswa tak bawa HP ke sekolah.
“Kita harap orang tua bisa ikut mengawasi anaknya di rumah. Sebab, ada beberap pengakuan siswa melukai diri di rumah dan bukan di sekolah saja. Kita juga imbau siswa agar tak terpengaruh hal itu dan kantin tidak menjual minuman yang dicurigai tersebut,” katanya.
Sedangkan salah satu siswi yang namanya tak mau disebutkan mengaku hanya ikut-ikutan. “Cuma ikut-ikutan lihat teman.  Bisa dilihat di Youtube. Sakit sih. Bukan karena minuman itu,” tuturnya yang mengaku menyesali perilakunya.
Siswi lainnya pun mengungkapkan hal yang sama. “Lihat di Youtube. Banyak teman yang mencoba. Apalagi katanya kalau setelah mengonsumsi minuman itu tak terasa sakit,” katanya.
Kepala Puskesmas Gunungsugih Yulianti Nilawati menyatakan, pihaknya mendapat informasi kejadian ini dari pihak sekolah, Selasa (2/10). “Kita dapat informasi pada Selasa (2/10). Siswa yang melukai diri sendiri diperiksa secara fisik. Kita lihat lukanya seperti yang di Pekanbaru karena pengaruh minuman Terpedo dan Power F. Pada Rabu (3/10), kita datang lagi memeriksa siswi yang totalnya menjadi 41 orang,” katanya.
Yulianti melanjutkan, pihaknya melakukan pendekatan secara psikologis kepada siswa yang melukai diri. “Kita melakukan pendekatan psikologis kepada siswa. Katanya terpengaruh medsos Youtube. Ditunjukkan juga videonya cara menyilet tangan. Di kantin sekolah dijual minuman merek Terpedo dan Power F. Kita ambil sampel dan sekarang masih diteliti BPOM. Minuman itu mengandung Benzo untuk stamina yang tidak diperbolehkam dikonsumsi wanita hamil dan anak-anak. Informasi yang saya dapat, hasil penelitian kandungan minuman ity kemungkinan sama dengan yang di Pekanbaru. Ada efek halusinasi setelah mengonsumsi dan membuat ketagihan. Makanya ada siswa yang bilang kalau abis minum, menyilet tangan tak terasa sakit,” ungkapnya. (Iswan)

2,080 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

About lampung visual.com

Check Also

Kadis PP Dan PA Lamteng Tinjau Langsung, Persiapan Lapas Gunsu

Lampung Tengah,lampungvisual.com- Kepala Dinas PP dan PA Lampung Tengah  meninjau Persiapan Lapas Gunung Sugih  sebagai  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: HARGAI KARYA KAMI